PERTOBATANKU
“Aku adalah manusia
yang paling berdosa di hadapan Tuhan”, kalimat ini adalah kalimat yang paling tepat untukku. Aku yang telah
percaya dan menerima Tuhan sebagai Jurus’lamatku namun untuk melakukan apa yang
Tuhan inginkan masih belum sepenuhnya aku lakukan. Terkadang timbul rasa benci,
marah, iri hati, dendam dan sebagainya terhadap orang lain yang bisa bertahan sampai beberapa hari.
Selain itu, walaupun aku selalu percaya kepada Tuhan, namun disisi lain aku juga terkadang
percaya akan hal-hal duniawi yang membuat aku terombang-ambing dalam mengambil
setiap keputusan.
Masih segar di
benakku ketika aku menyangkal Tuhan di
depan orang lain yang tidak lain adalah teman-temanku yang belum mengenal
Tuhan. Aku selalu merasa bangga dengan setiap pujian dari teman-temanku yang
mau supaya aku meninggalkan keyakinanku dan mengikuti keyakinan mereka. Membaca
Alkitab itu bukan berarti karena aku merindukan suara Tuhan, melainkan aku hanya mencari kekurangan dari isi Alkitab
tersebut, dan hal itu aku anggap sebagai
suatu kebenaran. Aku berusaha untuk mencari-cari kesalahan atau kekurangan dari
isi Alkitab dan aku pernah punya ambisi untuk mengatakan bahwa Alkitab itu adalah
suatu kebohongan. Tetapi Tuhan menegurku dan membuka mataku dan akhirnya aku
menyadari akan hal itu. Semua itu telah menjadi bagian dari masa lalu, dan aku
anggap hal itu adalah suatu kebodohan dan kesalahan yang paling besar yang
pernah aku lakukan, dan aku mau belajar dari kesalahan itu, kesalahan yang aku
anggap sebagi yang pertama dan yang terakhir dalam hidupku.
Terlalu banyak
kesalahan dan pelanggaran yang telah aku lakukan di hadapan Tuhan dan hal
itulah yang membuat aku merasa sangat tidak layak hidup di hadapan Tuhan.
Disaat Tuhan membersihkan hidupku, aku justru malah berusaha untuk mengotorinya
dan semua itu kadang aku lakukan secara sadar;
sadar kalau yang aku lakukan itu salah di hadapan Tuhan.
Walaupun aku adalah
manusia yang berdosa namun aku tidak mau hidup dalam kuasa dosa, tetapi aku mau
hidup di dalam Tuhan yang telah
member-kan aku kekuatan untuk melawan kuasa dosa. Aku sangat bersyukur karena Tuhan memberikan
aku kesempatan untuk belajar dari setiap kesalahanku. Ketika aku berkomitmen
untuk tidak melakukan dosa lagi dan aku mau hidup kudus di hadapan Tuhan,
disitulah aku mulai merasakan semakin berat tantangan dan cobaan yang menerpa
hidupku. Banyak kemenangan yang aku raih disaat aku mengandalkan Tuhan. Namun terkadang
aku lemah dan akhirnya membuat aku jatuh
dan semakin jauh dari Tuhan. Walaupun demikian, Tuhan selalu setia mengulurkan
tangan-Nya untuk menolongku. Namun terkadang, aku berpikir , mengapa Tuhan
begitu sabar denganku?; melihat hidupku yang selalu jatuh bangun; Kapan
kesabaran Tuhan habis?; walaupun sebenarnya aku takut untuk berpikir tentang
hal itu.
Aku tahu, bahwa
setiap tantangan dan cobaan dalam hidupku adalah bagian dari rencana Tuhan
untuk membentuk aku dan aku percaya
bahwa Tuhan punya sejuta cara yang terbaik untuk mendidik dan membentuk aku. Terkadang aku bertanya kepada Tuhan, siapakah aku?, rencana
apa yang sedang Tuhan buat dalam hidupku?, kenapa Tuhan harus memilihku untuk
melakukan hal ini atau hal itu?, dan masih banyak pertanyaan lainnya. Mungkin
bagi sebagian orang pertanyaan ini pasti langsung mendapat jawaban dari Tuhan,
mungkin lewat wahyu, bisikan dari Roh Kudus atau mungkin lewat mimpi; Tetapi
bagiku hal itu belum pernah terjadi atau mungkin bahkan tidak akan pernah
terjadi. Namun aku tetap percaya, bahwa Tuhan itu ada dan Dia selalu setia
mendengar segala pergumulan hidupku dan lewat waktu dan rencana Tuhanlah aku
bisa mendapatkan jawaban itu, dan aku rasa aku sudah mendapatkan jawaban itu,
jawaban dari Tuhan.
Di depan orang lain
aku belum bisa mengatakan bahwa aku telah bertobat, karena aku sadar
pertobatanku belum sempurna dan mungkin tidak akan pernah sempurna di hadapan Tuhan.
Namun dengan pertolongan Tuhan, aku akan berusaha untuk menanggalkan cara
hidupku yang lama dan aku mau mengenakan cara hidup yang baru di dalam Tuhan.
Dan aku juga akan selalu setia kepada
Tuhan dan selalu siap untuk dibentuk
dan “dihajar” oleh Tuhan agar aku bisa mampu untuk hidup dalam pertobatan yang
sempurna menurut kehendak Tuhan kita, Yesus Kristus. Amin.
Komentar
Posting Komentar