“Aku adalah manusia yang paling berdosa di hadapan Tuhan”, kalimat ini adalah kalimat yang paling tepat untukku. Aku yang telah percaya dan menerima Tuhan sebagai Jurus’lamatku namun untuk melakukan apa yang Tuhan inginkan masih belum sepenuhnya aku lakukan. Terkadang timbul rasa benci, marah, iri hati, dendam dan sebagainya terhadap orang lain yang bisa bertahan sampai beberapa hari. Selain itu, walaupun aku selalu percaya kepada Tuhan, namun disisi lain aku juga terkadang percaya akan hal-hal duniawi yang membuat aku terombang-ambing dalam mengambil setiap keputusan. Masih segar di benakku ketika aku menyangkal Tuhan di depan orang lain yang tidak lain adalah teman-temanku yang belum mengenal Tuhan. Aku selalu merasa bangga dengan setiap pujian dari teman-temanku yang mau supaya aku meninggalkan keyakinanku dan mengikuti keyakinan mereka. Membaca Alkitab itu bukan berarti karena aku merindukan suara Tuhan, melainkan aku hanya mencari kek...